Only You – (Part 4)

Cast

Judul   :     Only You (Part 4)

Genre    :     Romance (PG 15)

Cast      :     Cho KyuHyun, Lee Dong Hae, Kim Ki Bum,Choi Siwon, Choi Rae Hyun, Choi Yoon ah, Jung Yi Yeon, Park Li Ra.

Author  :     AthirahPatmasariAa.k Choi Rae Hyun

                        FB: SttThiera Potter N AthirahPatmasari A

                       Twitter : athirah_A

 

 

 

“Cinta terkadang tak dapat di deskripsikan walau dengan beribu ungkapan indah sekalipun . . . “

 

 

 

 

 

Jung Ji Yeon POV

 

“Choi Si Won” gumamku sendiri setelah mengingat kejadian itu, sejak dekat dengan Rae Hyun kami selalu main ke rumahnya yang bak istana itu dan karna itulah aku dan Le Ra cukup akrab dengan keluarga Rae Hyun, terutama dengan Si Won Oppa dan Yoo Na eonni, ku aku-i sejak pertama kali melihat Si Won oppa aku sudah tertarik entah mengapa, awalnya ku kirasa rasa itu hanya rasa kagum akan kepribadian Si Won Oppa tapi lambat laun kusadari rasa yang ku rasakan saat ini lebih dari rasa gakum ke pada seseorang.

Setiap berada di dekatnya entah mengapa aku jadi gugup dan salah tingkah, bahkan terkadang Le Ra dan Rae Hyun mengejekku karna wajahku yang dengan cepatnya menjadi kemerahan seperti kepiting rebuh bahkan lebih merah mungkin.

Haaahahahah . . . aku jadi malu sendiri di buatnya, aigo . . dengan membayangkan wajahnya saja saat itu wajahku ku yakini sudah memerah apa lagi jika orangnya ada di hadapanku saat ini.

“MEMALUKAN” ungkapku sendiri

Rae Hyun dan Le Ra mereka sudah tau akan perasaanku pada Si Won Oppa, bahkan Rae Hyun sendiri yang menyadarkanku akan adanya keberadaan perasaan ini. Lucu bukan ?!

 

“YAAAKK . . . Jung Ji Yeon” gertak seseorang di sampingku

“aaiiitts . . . kenapa sekarang gantian kamu yang melalum eo?” sengut Le Ra

“ya . . ya . .  ya . . . kenapa kau tersenyum – senyum dari tadi dan wajahmu juga memerah seperti itu eo?” tanya Rae Hyu

“aaaahhah . . . pasti kau sedang melamunkan, memikirkan dan membayangkan Oppa-ku kan?” sambung Rae Hyun

“OMO . . .” jeritku dalam hati

“aa-ani ani . . .” jawabku gelagapa, aiiits . . . kenapa aku jadi gugup pasti tak lama lagi mereka akan menertawakan kebodohanku

“WKWKWKWKWWKKKK . . .” binggooo, apa ku bilang merekan akan menertawakanku

“YA . . YA . . YA . .” sengutku pada Le Ra dan Rae Hyun

“HAHAHAHAHA . . .” tawa mereka tak henti

“YAAAKKK . . . . berhenti menertawakanku PARK LE RA, CHOI RAE HYUN” garamku pada mereka berdua

Aiiigoo . . apa mereka tak tahu saat ini aku sedang malu karna ucapan mereka L

“hehehehehehee . . “ cengiran mereka masih terdengan

“Ne . . Ne . . hehehe” ucap mereka sambil menahan tawa

“Uuuuugggffh . . .” aku hanya bisa menhebuskan nafas untuk mengurangi rasa gugupku, ku poutkan bibirku karna kesal dengan tingkah mereka yang masih saja senyam – senyum tak jelas

“aiiiigo . . . uri Ji Yeon ngambek eo?” ucap Rae Hyun

“hehehe . . Mian Ji Yeon-ah” ucap Le Ra sambil nyengiir

“ckckck . . “ dengusku lagi kepada mereka

“habis kau sangat lucu dengan tampang tak karuan setelah kami menebak apa yang kau lamunkan siich . .” kata Rae Hyun

“Jung Ji Yeon FIGHTING . . . “

“Kau memberi semangat untuk apa kepadaku Le Ra-ya?” tanyaku

“Untuk selalu bersabar . . .” jawab-nya

“Bersabar untuk apa?” tanya ku

“bersabar untuk menanti cinta Oppaku Ji Yeon-ah” jawab Rae Hyun

“YAAAAKKK . . . . berhenti mengolok – ngolokku” ucapku lemas

“Ne . . . . . “ jawab Le Ra dan Rae Hyun serempak

 

 

 

London – Inggris 2011

 

Choi Rae Hyun POV

 

“Le Ra-ya, Ji Yeon-ah bogosippo-yo” ujarku setelah mengingat masa itu .

“Dddrrt . . .  dddrrrt . . . .” kurasakan ada getaran dari samping bantalku, setelah ku liah ternyata ada telfon marus .

“Hallo. . .” ucapaku

“aaiiits . . . kau tak usah berbahasa asing begitu Choi Rae Hyun” dengus eonniku, setelah ku jawab telfonnya

“heheheeehe . . . mian eon” cengirku

“bogoshippo Rae-ah” ungkap Yoon ah eon

“nado” balasku

“bagaimana kabar chagi-ya?” tanya eonni

“baik eon , , ,” jawabku riang

“kapan kau akan kembali ke seoul eo, apa kau tak rindu dengan keluarga dan sahabat – sahabat mu di sini?” tanya-nya dengan nada mengejek

“aigo . . siapa bilang aku tak rindu dengan kalian, aku bukan rindu lagi tapi sangat, sangat, sangat rindu pada kalian semua” jawabku merajuk

“kalau begitu cepatlah kembali ke seoul chagi” rajuk yonna eonni lagi

“ne . . ne . .” akan ku usahkan secepatnya kembali ke seoul

“jinjja?” tanya yonna eonni heboh

“Ne. . .” jawabku singkat

“hahahaha . . . itu baru adikku” katanya sambil tertawa

“jadi selama ini eonni tak menganggapku sebagai adik eo?” tanyaku mendengus

“aiiits. . . kau ini, begitu saja sudah ngambek, eonni Cuma becanda” jawab eonni

“akan ku sampaikan berita kepulanganmu pada semuanyu” kata yonna eonni riang

“tapi jangan lupa kau kabari eonni kalau akan ke seoul arra?” sambung yonna eonni sambil bertanya

“arraso . . . tapi dengan satu syarat?!” jawab dan tanyaku pada eonniku yang cantik ini

“mwo?”

“eonni harus merahasiakan kepulanganku kepada yang lain, otthe?” kataku

“kau ini . . . baiklah eonni janji” setuju yonna eonni

“hehehehe . . . “ tawaku

“eonni, Appa, Eomma, Siwon oppa sehat – sehat saja kan?” tanyaku

“Ne . . mereka semua sehat dan eonni mu yang cantik, baik hati dan tidak sombong ini juga dalam keadaan sehat” jawab Yonna eonni sambil bernarsis ria

“aiigooo . . . eonniku kenapa jadi yeoja yang narsis sekali eo?’ tanyaku sambil mengejek

“hahahahahaa . . . eonni bukan-nya narsis, tapi memang kenyataannya begitu chagi” jawab Yonna eonni sambil tertawa renyah

“Ne . . ne . . , eonni memang cantik, baik hati dan tidak sombong” jawabku sambil menggodanya

“gomawo-yo untuk pujian-nya adikku tersayang” katanya riang

“ck . . baru memuji kalau sudah di puji terlebih dahulu” dengusku

“aiiitts . . . kau ini jangan terlalu suka mendengus seperti itu nanti wajahmu cepat berkeriput, arraso?” kata Yonna eonni menggurui

“NE . . .” jawabku seadanya

“yah . . sudah, annyeong chagi” ujar Yonna eonni

“Annyeong eon” jawab-ku

Tuuutt . . tuuutt . . .

 

“Rasa sudah tak sabar untuk kembali ke kampung halamanku . . .” ucapku tersenyum setelah Yonna eonni mematikan telfon

 

 

 

Seoul – Korea Selatan 2011

 

 

Kyu Hyun Pov

 

Aaaahhh . . . rasanya badan-ku remuk semua setelah mengerjakan tugas – tugasku yang bertumpuk baga-i gunung (Oppa Lebaaayyy . . .).

Ini semua berkat Aboeji yang menyurukuh-ku untuk selalu ikut dengannya menangani hal – hal yang menyangku perusahaan serta menemani-nya bertemu dengan rekan – rekan bisnisnya katanya agar aku dapat belajar sejak dini sebelum memulai meneruskan perusahaan menggantikan beliau kelak jika aku sudah lulus dari Universitas, ckckc . . . membuat orang susah dan kelelahan saja. Apa Aboeji tak tahu walau tampa belajar serta mengikutinya aku dapat mengerjakan itu semuan dengan baik, apa beliau lupa kalau anak-nya ini memiliki AQ di atas rata – rata ?!

Aaaaiiiittss . . . sungguh mengganggu waktu istirahat-ku saja. Kusandarkan punggung-ku pada sandara kursi sambil mencobo merileks-kan persendihanku. Entah mengapa tanganku saranya ingin bergerak sendiri untuk mengambil Handphone yang ada di saku celanaku, dengan perlakun ku rogoh kanton celana sebelah kiriku untuk mengambil benda yang berbentuk persegi empat itu, setelah ku dapatkan ku pandangi photo ku dengan sosok yeoja yang sampai detik ini tak pernah kulupakan bahkan rasa yang ada ini untuknya tak berkurang sedikitpun, bahkan hanya dengan setiap mengingatnya jantung ini masih bertedak tak beraturan seperti saat aku bertemu pertama kali dengan dulu.

Tak terasa sudah 3 tahun aku tak pernah melihat sosok-nya, aku sangat rindu akan senyum serta omelannya yang membuatku selaluh mendengus setiapkali mengingatnya tapi tak ku pungkiri eskpresi wajahnya saat itu sangat menggemaskan dan sangat manis. “bogoshippo Rae Hyu-ah” ungkapku. Ku pandangi foto di layar Handphoneku foto yang ku ambil saat kami berada di taman hiburan itu.

Hahahaha . . . . eskprisi wajahnya sangat lucu saat itu membuatku sangat ngemas untuk menyubit pipinya yang menggembung, pertanda ia sedang kesal. Bagai mana ia tidak kesal saat di paksa untuk berfoto denganku .

 

 

 

Seoul – Korea Selatan 2006

 

 

“Bisa tidak kau berjalan cepat sedikit eo?” seruhku pada yeoja yang sedang mengoceh tak jelas seorang diri.

“kalau kau ingin bercalan cepat, maka berjalalah secepat yang kau mau tak usah menghiraukan dan menungguku” ucapnya sinis

“Rae-ah kau harus memasang tampang bahangia hari ini, kita sudah dinyatakan lulus dari sekolah dan tak lama lagi akan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi, tapi kenapa wajahmu memasang tampang kusut seperti itu sich ?” tanya Ji Yeon

“terserah aku mau memasang tampang yang seperti apa, kalian tak usah memperdulukan” jawab yeoja itu acuh

‘YAK . . . bagai mana kami tak menghiraukan, kalau kau memasang tampang seperti itu di depan kami?” dengus Ji Yeon lagi

“apa kau tak senang kami mengajak-mu untuk merayakan kelulusan kita bersama – sama eo?” tanya Le Ra

“aku bukan-nya tak senang kalian mengajakku untuk pergi merayakan acara kelulusan kita bersama, tapi kenapa harus ada Dia?” jawab yeoja itu memandang sinis ke asah-ku

“aigo . . . mau sampai kapan kau bersikap kekanak – kanakan dan bertengkar terus dengan-nya seperti itu, Kyu Hyun juga teman kita” kata Le Ra lagi

“siapa bilang dia temanku, cih . . . aku tak sudi berteman dengan iblis sepertinya” dengus yeoja itu

“MWO?” kataku spontan menanggapi ucapannya

“kau bilang aku iblis, jadi kau apa aaaah Malaikat yang berhadi setan?” sengutku pada yeoja itu

“KAU . . .”

“WAE?”

“YA . . . YA . . . apa kalian tak dapat berhenti bertengkar walau hanya sehari?” sengut Ji Yeon

“Dia yang memulai” tunjukku pada yeoja yang sedang memandangku sinis itu

“ck . . bukannya kau yang memulai tuan?” ucap yeoja itu

“lihat – lihat . . dia memang tak pernah mau mengalah” kataku sambil memandangnya

“untuk apa aku mengalah pada orang yang tak mau mengakui kesalahan-nya dan malah memojok-kan orang lain” kata yeoja itu lagi

“apa mau mu Choi Rae Hyun?” garamku pada yeoja itu

“mauku kau menghilang dari sini, kalau perlu kau tak usah menampakkan tampang mu itu lagi di hadapanku, ah . . untuk apa kau ikut – ikutan dengan kami untuk merayakan acara kelulusan eo?” jawab yeoja itu dingin sambil bertanya padaku

“Rae Hyu-ah kami yang mengajak Kyu Hyun” jawab Le Ra dan Ji Yeon bersama

“apa kau dengar perkataan mereka, bukan aku yang menawarkan diri untuk ikut merayakan acara kelulusan ini, tapi mereka yang mengajakku walau sebenarnya aku sangat  amat malas untuk ikut, tapi aku menghargai dan tak ingin mengecewakan mereka makanya aku ikut ke sini” jawabku

“sejak kapan kau menghargai dan tak ingin mengecewakan orang lain, seingatku kau bukan tipe orang yang seperti itu” jawab yeoja itu

“cha . . . jadi selama ini kau memperhatikanku” godaku pada yeoja itu

“aa- aa . . aniii . . .” jawab yeoja itu gelagapan

“hahahahaha . . . kau mengaku saja Nyonya Choi” kataku

“kau harus mengurangi sifat kegeeranmu itu Tuan Cho” sengut yeoja itu

“lantas mengapa wajahmu jadi memucat ceperti itu?” tanyuku lagi

“YAAAAAKKKK . . . . . . SAMPAI KAPAN KALIAN AKAN BERDEBAT SEPERTI ITU EO?” garam Ji Yeon

“uuuuuggggh . . .” sengut yeoja itu sambil membalikkan wajahnya ke arah lain

“Dia yang tak mau berhenti memojokkanku, mana mau aku diam saja” sambung yeoja itu lagi menjawab pertanyaan Ji Yeon

“NEO” umpatku garam

“KAJJA” teriak Le Ra sambil menarik perngelangan tangan yeoja itu untuk menjauh dariku

“apa kau masih ingin berdiamm diri di sini Kyu Hyun?” tanya Ji Yeon membuatku mengalihkan pandangan kearahnya

“aaaahhh . . .” kuhela nafasku lalu melangkah mengikuti mereka

 

* * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

“yak . . . Rae Hyu-ah dekat sedikit lagi, kalau kau di situ mana hasil fotonya tak akan baik?” seruh Ji Yeon dan Le Ra

“aku tak mau, siapa suruh kalian memaksaku untuk berfoto dengan namja narsis ini” sengut yeoja yang sekarang berada tak jauh dariku

“aaaaiiiittsss. . . kau ini, apa susah-nya kalau hanya berfoto berdampingan dengan Kyu Hyun, ini cuma sebagai kenang – kenangan saja” kata Ji Yeon

“kau lama sekali . . . bruuuukk” kata Le Ra sambil mendorong Rae Hyun agar berada dekat denganku dengan singap aku merangkul pinggulnya

“ceeeppreeeekkk . . . “

“CHA . . . hasil foto-nya sangat baik” seruh Ji Yeon setelah secara kilat memotrek ku dan Rae Hyun.

“aiiiigoo . . . kalian tampak serasi sekali, bagai pasangan kekasih” seruh Le Ra kegirangan

“KYAAAA . . . . apa – apaan kalian, memotretku tampa meminta izin terlebih dahulu dan Kau Tuan Cho kenapa merankul pinggulku seenak jidatmu eo, apa kau fikir aku sudih berfoto apa lagi di rangkul – rangkul oleh mu” sengut yeoja yang sekarang berada di sampingku sambil memandangku dengan tatapan murka

“WKWKWKWKWKKK . . . .” tawaku bersama Le Ra dan Ji Yeon melihat ekspresi raut wajah Rae Hyun yang menggemaskan karna sedang memandang kami dengan murka.

 

 

Seoul – Korea Selatan 2011

 

 

Mengingat kejadian itu sungguh membuatku tak henti – hentinya mengembangkan senyum, untuk pertama kalinya saat itu aku dapat berdekatan bahkan sangat dekat dengannya sungguh hal yang kurasakan saat itu adalah kehangatan tubuhnya, tak kusangka dengan mendekapnya walau hanya sepersekian detik suhu tubuhku akan berubah secara drastis.

“Rae Hyun-ah Saranghae-yo . . . . . “

 

 

 

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

 

 

______________________________________________ T  B  C  _______________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s